Mengintip Pasar Terapung Lok Baintan Martapura

Masih edisi explore pulau kalimantan nih, kali ini saya akan bercerita tentang salah satu tradisi yang masih terjaga dan masih bisa kita nikmati hingga kini, yup! Pasar Terapung Lok Baintan.

iklan pasar terapung RCTI OK blogger arif harianto
iklan pasar terapung RCTI OK blogger arif harianto

Buat anak tahun 90an pasti tau banget iklan di salah satu televisi swasta diatas. Yup, lokasi syuting video diatas berada di pasar apung guys, tapi kebetulan pasar apung yang untuk pengambilan gambar di Banjarmasin.

Tentang Pasar Terapung Kalimantan Selatan

Sebelumnya saya sudah nyeritain tentang hitsnya dan kerennya Sunset di Rumah Jomblo Banjarbaru, nah kali ini saya akan share pengalaman ketika saya berkunjung ke salah satu pasar terapung yang ada di kalimantan selatan, tepatnya di Lok Baintan, Martapura, Kalimantan Selatan.

Bagi teman-teman yang bingung, jadi kenapa saya menyebutnya disini pasar terapung lok baintan bukan hanya pasar apung aja? karena di kalimantan banyak spot-spot dimana kita bisa menjumpai pasar apung ini guys, jadi gak hanya di satu tempat aja.

Kebetulan karena posisi terdekat sama tempat menginap saya (di Martapura) ya pasar apung lok baintan, makanya saya putuskan untuk berkunjung ke pasar apung disitu haja (sok-sok an pake bahasa banjar).

Disebut juga Pasar Terapung Sungai Martapura ini adalah sebuah pasar terapung tradisional yang berlokasi di desa Sungai Pinang (Lok Baintan), kecamatan Sungai Tabuk, Banjar.

Pasar Terapung Lok Baintan tak jauh beda dengan Pasar Terapung lainnya. Pasar tradisional yang sudah ada sejak kerajaan banjar ini berada di atas jukung yang menjual beragam dagangan, seperti hasil produksi pertanian/perkebunan dan berlangsung tidak terlalu lama, paling lama sekitar tiga hingga empat jam saja.

Perjalanan Menuju ke Pasar Lok Baintan

Karena waktu berlangsungnya pasar ini sangatlah singkat saya bersama dia (e cie…) berencana untuk berangkat pagi-pagi banget, kurang lebih setelah adzan subuh lah waktu itu.

Salah satu tips untuk kalian yang gak mau ketinggalan momen berharga satu ini adalah pastikan berangkat pagi-pagi buta.

Saya masih ingat banget dimana waktu itu saya berangkat pagi-pagi buta (untungnya gak molor gegara semaleman ngoding) karena saran dari beberapa teman, kerabat, dan beberapa orang yang mengatakan kami harus berangkat pagi-pagi jika tak ingin ketinggalan momen pasar apung di lok baintan.

Pagi itu saya berangkat tanpa sarapan karena takut ketinggalan momen, cuz menjemput nyonya, dan langsung menuju Pasar Apung Lok Baintan. Jangan ditanya kesananya siapa yang ngarahin, tentunya si maps cerdas dari smartphone andalan Google maps.

Tak perlu bingung untuk mencari rute, hingga jalur tercepat. Dengan Gmaps kalian akan dipilihkan rute yang paling cepat untuk sampai ke lokasi tujuan. Tinggal ketikan saja Pasar Apung Lok Baintan dan tampilan maps akan seperti berikut.

Perjalanan yang harus saya tempuh dari sekitaran alun-alun Martapura menuju lokasi kurang lebih memakan waktu sekitar 1 jam dengan jalur darat mengendarai sepeda motor. Nah! disini nih menariknya ker / rek!

Dari yang semula saya ingin cepat sampai hingga akhirnya saya gak bisa konsen, karena hal tersebut menurut saya adalah hal yang benar-benar luar biasa guys. Pemandangan yang jarang sekali bahkan tak saya temukan di Kota Martapura, tersaji begitu elok di sepanjang perjalanan.

Mulai dari beberapa pemukiman rumah panggung kayu yang khas ala kalimantan banget dimana hanya bertumpu pada kayu ulin, dan juga pemandangan aktivitas warga didaerah bantaran sungai seolah mereka sudah bersahabat dengan sungai sejak lama.

Buat kalian yang belum pernah tau tentang kayu ulin, kayu ini disebut juga sebagai kayu besi. Kayu khas kalimantan ini adalah kayu dengan kekuatan nomor 1 dan juga keawetannya terhadap air yang luar biasa. Jadi walaupun kena air dan panas, dia gak mudah lapuk.

“Jangan jadi bahan bangunan, jangan. Biar kayu ulin aja, kamu gak akan kuat” dilan-da galau (halah)

Ok! balik lagi ke bahasan…..

Tak terasa saya pun berada di sekitaran sungai tabuk tempat dimana pasar lok baintan ini berada. Disini saya harus menyusuri aliran sungai hingga nanti sampai di sekitaran jembatan lok baintan dimana posisi pasar tidak jauh dari jembatan tersebut.

Jembatan Lok Baintan Martapura Kalsel Blogger Malang Traveller
Jembatan Lok Baintan Martapura Kalsel Blogger Malang Traveller

Kami sampai sekitar pukul 07:00 Wita cukup pagi memang, namun sayangnya pasar terapung di Martapura ini sudah berakhir alias sudah bubar. Saya sih gak percaya dan tetap saja berada di lokasi untuk beristirahat ataupun berharap ada perahu lewat, kali aja ada sisa-sisa pasar.

Ibu-ibu pulang dari pasar di Lok Baintan Martapura Kalsel Blogger Malang Traveller
Ibu-ibu pulang dari pasar di Lok Baintan Martapura Kalsel Blogger Malang Traveller

Alhamdulillah, setelah menunggu beberapa menit akhirnya ada beberapa ibu-ibu dengan membawa barang bawaan dengannya. Setelah saya konfirmasi ke beberapa orang di tempat tersebut, benar jika ibu-ibu tersebut habis dari pasar terapung.

Kata beberapa orang di sekitar pelabuhan kecil tempat kapal menepi, jika agak siangan pasar akan bergerak turun ke daerah lain. Jadi waktu itu saya hanya kebagian  para penjual yang sudah pulang menuju ke rumahnya.

Teransaksi Pasar Terapung Lok Baintan Martapura Kalsel Blogger Malang Traveller
Teransaksi Pasar Terapung Lok Baintan Martapura Kalsel Blogger Malang Traveller

Walaupun hanya dapat momen para penjual yang pulang dari pasar, saya sudah sangat seneng banget ker (rek). Memang hanya sebentar dan bisa dikatakan tak kebagian pasarnya, tapi melihat ibu-ibu bawa barang bawaan dan sedikit bertransaksi cukup mengobati rindu dan penasaran saya.

Tersirat di benak saya ketika melihat perempuan-perempuan tangguh diatas sampan dengan barang bawaan yang dijual hampir 50% dari sampannya.

“Kalo gak seimbang, jatuh, gimana itu?”

Disitu hati saya dan fikiran saya langsung tertuju kepada sang pencipta. Tuhan benar-benar adil, Tuhan benar-benar luar biasa, sungguh jika kita mau berpikir sejenak tentang beberapa hal di dunia ini, maka Tuhanmu benar-benar lebih dari semua hal yang menakjubkan. Subhanallah!

Setelah beberapa waktu menikmati pemandangan dan berbincang-bincang dengan orang sekitar, saya memutuskan untuk pulang dari lokasi. Sungguh luar biasa pengalaman kali ini, berkunjung ke tradisi dan adat yang berbeda dengan saya sebelumnya.

Sebuah pengalaman yang tak akan pernah terlupa dan tentunya dengan senang hati berbagi di blog ini. Saran buat kalian yang ingin menikmati pasar terapung ini adalah untuk datang lebih pagi lagi.

Pasar Terapung di sungai tabuk Martapura ini yang harus kalian perhatikan jika ingin menikmati Pasar Terapung disini selain datang pada pagi-pagi banget, saya sarankan juga untuk datang pada hari minggu.

Untuk kalian yang mau ke Pasar Terapung Banjarmasin, disana hanya ada pasar apung pada hari minggu saja. Jadi jangan sampai kalian salah hari kayak saya ya, berabe entar. Keep Share

2 Replies to “Mengintip Pasar Terapung Lok Baintan Martapura”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *